Contoh Hunian Vertikal
Hunian Vertikal / barsacityyogyakarta

Onlylaila.com, Rumah merupakan salah satu kebutuhan popok manusia yang diperuntukan sebagai tempat berlindung dari segala cuaca dan ancaman. Tetapi dengan kemajuan teknologi rumah pun menjadi modern tak hanya itu, sekarang sudah banyak rumah dengan berbagai desain yang menarik.

Selain itu sekarang banyak orang lebih tertarik dan memilih hunian vertikal sebagai tempat tinggal. Sebenarnya apa sih hunian vertikal itu? memang hunian vertikal ini terdengan asing di telinga masyarakat awam. Sebab yang mereka ketahui hanya sebatas perumahan saja.

Tidak hanya huniah vertikal saja bahkan hunian horizontal pun banyak masyarakat awam yang tidak mengetahuinya. Hunian vertikal saat ini mulai dibangun dikota-kota besar yang minim lahan. Berbeda dengan di pedesaan yang tanah nya masih luas dan harga tanah sedikit miring dibandingkan dengan harga tanah di perkotaan.

Nah kita simak apa saja huniah vertikal tersebut:

  1. Apartemen
Hunian Vertikal Apartemen
Apartemen / gunawangsa

Apartemen merupakan hunian vertikal yang pertama. Istilah apartemen pertama kali dipakai oleh negara Amerika Serikat sehingga kata apartemen berasal dari Amerika Serikat.

Apartemen merupakan sebuah bangunan yang dijadikan tempat tinggal dengan mengambil sebagian kecil dari bangunan. Bisa terdiri dari ratusan unit apartemen. Di inggris, apartemen disebut dengan flat bukan apartemen. Memang dulunya apartemen berbeda dengan saat ini, dimana apartemen hanya disewakan.

Namun seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan apartemen, membuat fungsi apartemen menjadi berubah. Apartemen tidak hanya disewakan saja, tetapi kini apartemen bisa di perjual belikan beserta dengan tanahnya sehingga kepemilikan apartemen bisa di klaim.

  1. Kondominium
Hunian Vertikal Kondominium
Kondominium / edgeprop

Jenis hunian vertikal lainnya yaitu kondominium. Sebelum apartemen berubah fungsi, apartemen dengan kodominium ini berbeda. Kondominium pertama kali diperkenalkan di negara Italia. Sesuai dengan namanya yang diawali dari”con” condominium memiliki arti sama-sama.

Sehingga jika dikaitkan dengan kata dari kondominium. Kondominium merupakan bangunan vertikal yang bisa digunakan secara bersama-sama, begitu pula dengan hak atau kepemilikan kondominium tersebut bisa di klaim atau dimiliki.

Sayangnya saat ini tidak ada bedanya antara apartemen dengan kondominium mengingat fungsi apartemen yang sudah berubah dimana apartemen bisa di miliki dan di klaim. Tidak hanya itu saja, penghuni apartemen dan kondominium harus bisa berbagi fasilitas bersama di apartemen dan kondominium tersebut.

Fasilitas yang harus digunakan bersama-sama seperti lorong, elevator atau lift, sistem pendingin, sarana olahraga, listrik dan juga air.

  1. Rumah Susun
Hunian Vertikal Rumah Susun
Rumah Susun / dppibm

Hunian vertikal yang sedang digalakan oleh pemerintah adalah rumah susun. Rumah susun sendiri merupakan bangunan yang sedang dibangun oleh pemerintah sehingga nantinya harganya lebih murah disbanding denga hunian vertikal lainnya.

Sayangnya tidak semua warga Indonesia bisa mendapatkan rumah susun tersebut. Orang belum memupunyai tempat tinggal lah yang berhak menempati rumah susun tersebut. Rumah susun sendiri merupakan bangunan vertikal dan juga horizontal sehingga selain meninggi, bangunan ini memanjang. Jumlah tingkatan di rumah susun tidak sebanyak di apartemen dan kondominium.

Sama seperti apartemen dan kondominium, rumah susun ini disekat-sekat setiap unitnya dipisahkan sehingga setiap unit dimiliki oleh orang yang berbeda. Sedangkan untuk status kepemilikan bisa secara pribadi maupun secara bersama.

Selain kenyamanan dari hunian vertikal tersebut ada pula dampak buruknya seperti:

  • Masalah keselamatan menjadi prioritas utama banyak kejadian yang terjadi di huniah vertikal seperti anak yang terjatuh dari lantai atas bahkan aksi bunuh diri.
  • Warga disekitar huniah vertikal mengeluhkan dengan adanya banjir yang disebabkan oleh pembangunan apartemen.
  • Lonjakan penduduk dari berbagai daerah, saat mengetahui huniah vertikal adanya di ibu kota, dan daerah sekitarnya warga dari kota lain hijrah ke ibu kota, selain mecari nafkah mereka juga meninggali huniah vertkial tersebut.

Lantas apa dampak baik dari hunian vertikal tersebut?

  • Untuk dampak baik dari rumah susun sendiri yaitu lokasi yang strategis, rusun dibangun untuk manjadi solusi atas permasalahan keterbatasan pemukiman di daerah perkotaan. Rusun biasanya dibangun di lokasi yang strategis dan dekat dengan tempat-tempat yang sering dikunjungi public, seperti area perkantoran, pusat perbelanjaan, rumah sakit, sekolah dan lainnya.
  • Lebih hemat, dengan lokasi yang dekat dengan tempat-tempat kamu beraktifitas maka biaya yang harus di keluarkan pun terbilang murah karena tidak harus mengeluarkan banyak uang untuk naik kendaraan umum untuk sampai ke tempat-tempat tersebut, sebenarnya untuk pembayaran rusun sendiri setiap bulannya juga cukup murah karena rusun disubsidikan oleh pemerintah sayangnya hanya orang-orang kurang mampu yang menempati rusun tersebut.
  • Harga yang terbilang murah, rusun sering dianggap sebagai apartemen versi sederhana, meski sebenarnya apartemen itu sendiri bisa dikategorikan sebagai rusun. Bagi pemerintah, rusun merupakan solusi atas permasalahan berupa terbatasnya lahan pemukiman didaerah perkotaan. Tinggal di rusun memiliki keuntungan dan kerugian tersendiri. Walaupun berlokasi di kawasan strategis, biaya sewa rusun terbilang murah. Hal itu karena fasilitasnya yang tidak selengkap dan sebaik apartemen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here